Gabriel Jesus: Pengecat Jalanan yang Jadi Andalan Timnas Brasil 2018

Tak banyak yang tahu jika hidup salah satu andalan Manchester City saat ini yakni Gabriel Jesus tidak berjalan semudah saat ini. Dia ternyata memiliki masa kecil yang menyedihkan.

Selama Premier League musim ini, Manchester City dapat dikatakan sebagai klub yang tak tergoyahkan di puncak klasemen. City bahkan sudah masuk ke babak perempat final Liga Champions dan akan berlaga dengan Liverpool.

Prestasi mengesankan tersebut jelas diperoleh dari performa Gabriel Jesus. Dengan Sergio Aguero, keduanya membentuk penampilan yang mematikan di lapangan. Gabriel sendiri diyakini akan menggantikan Sergio Aguero di beberapa musim mendatang.

Namun, tak banyak yang tahu jika masa kecil pemain muda ini dihabiskan dengan kerja keras. Gabriel sendiri hidup tanpa sosok ayah. Ayahnya pergi dari ibunya saat dia masih dalam kandungan. Akhirnya sang Ibunda yang kemudian menghidupi dirinya dan empat saudaranya. Dia kemudian menjadi tulang punggung keluarga.

Hidup di lingkungan yang padat penduduk di Jardim Peri, São Paulo, tidak lantas membuatnya ragu dalam mengejar mimpinya sebagai atlet profesional. Di lingkungannya, Gabriel terkenal sebagai “bocah tenang dan ramah senyum, namun hanya menyukai sepakbola”. Bahkan, sang ibu sering memarahinya karena keasyikan bermain dengan bolanya.

Gabriel juga mengatakan jika dirinya sempat menjadi pengecat jalanan di Brazil sebelum ikut dalam Piala Dunia 2014. Kala itu, pemain Manchester City tersebut bergabung untuk Palmeiras U-17 di kejuaraan Sao Paulo, menciptakan 37 gol dari 22 laga, dan beberapa fotonya tersebar saat mengecat. Dalam foto itu, pemain muda ini berdiri tanpa alas kaki dan membantu persiapan negaranya untuk turnamen besar.

Tampil apik di Manchester City, Pelatih timnas Brasil yakni Tite kemudian memanggil Gabriel masuk ke skuatnya untuk Piala Dunia 2018 di Rusia. Dengan rekannya yang lain yakni Neymar dan Coutinho, Trio ini diciptakan Tite sebagai penyerang inti Brasil.

Selain itu, Tite juga sudah memilih pemain seperti Roberto Firminho dan Willian untuk masuk sebagai pemain cadangan dan pelapis dari lini serang Brasil.

Timnas Brasil di Piala Dunia 2018 sendiri akan masuk ke Grup E dengan lawannya timnas Kosta Rika, Serbia hingga Swiss. Dalam Grup ini, Brasil menjadi tim unggulan.

Dari seorang pemuda biasa dengan hidup keras sampai menjadi pemain di Piala Dunia 2018, bukanlah hal mudah untuk Gabriel Jesus. Dibutuhkan perjuangan dan kerja keras dan Gabriel membuktikan hal tersebut.

Neymar Pindah Ke Real Madrid, Edmilson : Itu Bukan Hal Mengejutkan

Berita soal akan hengkangnya Neymar Jr dari Paris Saint-Germain untuk pindah ke Real Madrid sepertinya bukan berita burung semata. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan pemain barcelona, yakni Edmilson.

Neymar pada penghujung minggu yang lalu sudah kembali ke Prancis setelah melaksanakan pemulihan pada operasi kakinya. Pemain berumur 26 tahun dari Brasil itu diyakini tidak akan lama lagi bermain untuk Paris Saint-Germain (PSG).

Edmilson yang merupakan pemain senior Ney di Timnas Brasil serta di Barcelona mengungkapkan jika pemain ini akan bermain untuk Real Madrid setelah perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia pertengahan tahun ini. Hal tersebut muncul setelah menyaksikan perkembangan pemain termahal di dunia ini.

“Neymar sendiri merupakan pemain yang begitu mematikan selama ini. Namun, caranya hengkang dari Barcelona dapat dikatakan tidak begitu baik. Saya tak menyangka begitu tahu jika dirinya akan segera hengkang dari Barcelona,” ucap Edmilson.

Namun lebih lanjut, pemain ini mengatakan jika dirinya tak akan terkejut jika setelah perhelatan setelah Piala Dunia 2018 mendatang, Neymar akan pindah ke Real Marid. Menurutnya hal tersebut bukanlah suatu penghinaan, sebaliknya, itu adalah cara menghargai klub besar.

Neymar sendiri hengkang dari Barcelona menuju Paris Saint-Germain setelah memecahkan rekor transfer termahal untuk harga pemain bola yakni 222 juta Euro di Agustus 2017 yang lalu. Hal tersebut menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia. Namun, selama di PSG, Ney tak bermain banyak karena keburu mendapat cedera di Parc des Princes. Walau begitu, selama di klub Paris tersebut, Ney sudah membukukan kurang lebih 19 gol selama musim ini.

Catatan Mematikan Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2018

Timnas Brasil merupakan salah satu tim unggulan di Piala Dunia 2018. Penampilan tim asuhan Tite tersebut cukup mengesankan sebelum bermain di Rusia nanti. Di lima laga terakhirnya, timnas ini berhasil mencatatkan empat kemenangan. Satu laga yang lain usai dengan hasil seri.

Timnas Brasil juga bermain dengan baik kala bertahan dan menyerang. 10 gol dapat dimasukkan oleh Canarinho di lima laga tersebut. Hebatnya, mereka hanya kemasukan satu gol. Brasil juga dapat mncatatkan empat clean sheet.

Hasil positif yang lainnya adalah Brasil berhasil membuktikan tidak tergantung pada satu pemain andalan. Buktinya, tanpa adanya pemain terbaik timnas yakni Neymar, timnas yang sudah lima kali juara dunia tersebut masih bisa mencatatkan kemenangan.

Neymar memang menepi dari laga timnas kala melawan Rusia dan Jerman karena cedera beratnya. Tanpa pemain andalan Paris Saint-Germain itu, Brasil tetap dapat mencatatkan kemenangan besar.

Sementara itu, timnas Brasil di Piala Dunia 2018 sendiri akan bergabung dengan Grup E  dan akan bersiap melawan timnas Swiss, timnas Kosta Rika, serta timnas Serbia. Dengan hasil mematikan tersebut, semua lawan diharapkan dapat waspada.

Berikut 5 hasil pertandingan terakhir timnas Brasil :

11 Oktober 2017: Brasil 3-0 Chile (Kualifikasi Piala Dunia)

10 November 2017: Jepang 1-3 Brasil (Persahabatan)

15 November 2017: Inggris 0-0 Brasil (Persahabatan)

23 Maret 2018: Rusia 0-3 Brasil (Persahabatan)

28 Maret 2018: Jerman 0-1 Brasil (Persahabatan)

Ricardo Kaka Siap Kembali Perkuat Timnas Brasil

Mantan Pemain Orlando City sekaligus legenda AC Milan, yakni Ricardo Kaka mengatakan keinginannya untuk memperkuat timnas Brasil. Dirinya ternyata masih berhasrat untuk dapat tampil memperkuat tim Samba. Seperti yang diketahui, pemain 35 tahun tersebut memang sudah lama tak memperkuat timnya sejak tahun 2015 lalu.

Akan tetapi, dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan timnas Uruguay pada Maret 2016 lalu, Kaka sempat dipanggil pelatih saat itu, yakni Carlos Dunga. Tapi sejak pelatih Timnas Brasil di tangan Tite, Kaka belum pernah memperoleh panggilan untuk bermain dengna Neymar dan rekannya yang lain.

Itu sebabnya, Kaka mengatakan akan fokus pada karirnya selanjutnya. Tapi, jika dirinya memperoleh peluang untuk dapat tampil lagi bersama timnas, dirinya mengaku siap.

“Saya tak tahu jika nanti di Piala Dunia 2018, saya memperoleh kesempatan tampil di timnas. Saya begitu ingin merasakannya kembali namun untuk saat ini saya tidak dapat berkomentar. Saya saat ini sudah tak tampil di klub dan hanya memikirkan karir individu saya. Saya hanya memikirkan soal tampil dengan baik ke depannya,” ujar Kaka.

Akan tetapi, lebih lanjut Ricardo Kaka mengatakan jika pelatih Timnas Brasil saat ini berpikir dirinya dapat menolong timnas dengan cara tertentu, dirinya mengaku siap untuk tampil bersama timnas Brasil di Piala Dunia 2018.

“Ini bukan hal yang terpikirkan tiap saya bermain, namun jika nanti diberi kesempatan untuk kembali tampil ke Timnas, saya begitu bahagia. Namun, untuk saat ini, saya belum dapat memberikan pandangan saya, karena harus menunggu keputusan pelatih, ” tutupnya.